Makalah Iman Kepada Hari Akhir atau Kiamat





BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
Rukun iman yang kelima adalah beriman kepada hari akhir. Iman kepada hari akhir adalah percaya akan adanya hari akhir. Hari akhir adalah hari berakhirnya kehidupan dunia. Pada saat itu baik dan buruknya perilaku seseorang akan dicatat bergantung bagaimana kadar keimanan seseorang dalam hatinya.
Iman kepada hari akhir rmerupakan sesuatu yang wajib kita imani sebagai umat muslim, walaupun kita tidak mengetahui kapan akan datangnya hari akhir tetapi di al-Qur’an sudah dituliskan di wajibkan untuk semua kaum muslimin untuk mengimaninya, mengimani hari akhir adalah salah satu cara agar kita bias selalu meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT, karena dari kita sudah banyak yang terlena dengan kehidupan duniawi, yang hanya mengedepankan kehidupan duniawi dan membelakangkan dunia akherat. Inilah yang melatarbelakangi dibuatnya makalah ini.

B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, masalah yang dirumuskan dalam makalah ini adalah:
1.     Apa Pengertian Iman Kepada Hari Akhir?
2.     Bagaimana Tanda-tanda kiamat sudah dekat?
3.     Bagaimana gambaran hari kiamat menurut Al Qur’an?
4.     Apa peristiwa yang terjadi pada hari akhir?
5.     Apa hikmah iman kepada hari akhir?





C.   Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.     Dapat memahami apa itu hari akhir
2.     Dapat mengetahui apa nama-nama lain dari hari akhir
3.     Dapat mengetahui tanda-tanda kiamat sudah dekat
4.     Dapat mengetahui peristiwa apasaja yang terjadi pada hari akhir
5.     Dapat memahami tentang iman kepada hari akhir



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Iman kepada Hari Akhir
Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan).
Iman kepada hari akhir atau hari kiamat adalah meyakini adanya kehidupan yang kekal abadi setelah hancurnya alam semesta ini dan manusia akan mendapat balasan yang seadil-adilnya tentang amal yang telah dilakukan sewaktu di dunia.Tentang kapan datangnya hari kiamat, tidak ada yang dapat mengetahuinya termasuk Nabi dan Rasul kecuali hanyalah Allah swt.   Hari akhir sama dengan hari kiamat.
Para Ulama’ membagi kiamat menjadi dua macam, yaitu kiamat sugra dan kiamat kubra.
1.    Kiamat Sugra
Kiamat sugra adalah kiamat kecil, yaitu rusaknya sebagian makhluk, misalnya kematian dan terjadinya bencana alam seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir dan sebagainya.
Kiamat sugra atau biasa disebut dengan nama kiamat kecil merupakan berakhirnya kehidupan sebagian makhluk di dunia ini, baik itu secara individu maupun secara kelompok.
Pasti, semua makhluk hidup yang bernyawa di dunia ini akan mengalami kematian. Tak ada makhluk di dunia ini yang akan kekal abadi. Semua musnah dan binasa.
Berikut ini beberapa contoh kiamat sugra :

1. Meninggalnya Seseorang

Semua makhluk hidup yang ada di dunia yang memiliki nyawa, semua itu akan meninggal kembali ke Allah SWT.
Di dunia ini, makhluk hidup diberikan cobaan yang sebenarnya membinasakan, agar bagaimana manusia tersebut bisa bertahan hidup dengan baik sesuai pedoman dari Al Quran atau tidak.
Meninggalnya seseorang juga itu mutlak rahasia Allah SWT dan tidak ada 1 orangpun yang mengetahuinya. Bisa itu meninggal di usia muda, remaja, dewasa, atau lansia. Bisa itu saat sedang tidur, sedang sakit, atau sedang melakukan perjalanan.
Maka dari itu, kita manusia memang disarankan untuk selalu membaca doa sebelum melakukan sesuatu karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada diri kita.
Kita hanya bisa berpasrah diri dan tetap melakukan kewajiban kita sebagai umat Islam serta melakukan hal-hal yang baik agar kita bisa mendapatkan cukup banyak pahala untuk bisa dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

2. Bencana Alam

Bencana alam atau dalam bahasa Inggris dinamakan dengan "natural disaster", merupakan suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak cukup besar bagi manusia.
Peristiwa alam yang terjadi ini bisa berupa seperti :
  • Banjir
  • Letusan gunung berapi
  • Gempa bumi
  • Tanah longsor
  • Kekeringan
  • Gelombang panas
  • Badai tropis
  • Tornado
  • Wabah penyakit
  • Kebakaran liar
  • Hujan es
  • Badai salju
  • Tsunami
Bahkan, beberapa bencana alam terjadi secara tak alami. Contohnya seperti kelaparan, yakni kekurangan bahan pangan dalam jumlah yang cukup besar, yang mana hal ini disebabkan oleh faktor manusia dan alam.
Terlihat jika usia bumi kita yang sudah kian menua, banyak sekali terjadi bencana alam di sekitar kita, entah itu memang ulah dari manusia sendiri atau alam yang menimbulkan gejala bencana tersebut terjadi.
Bencana alam yang sering terjadi di Indonesia seperti banjir, gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, dan masih banyak lagi bencana alam yang lain.
Kita sebagai manusia hanya bisa berdoa, berpasrah diri dan berusaha untuk bisa mengantisipasi dan menanggulangi dari datangnya bencana tersebut.
Jadi, kiamat sugra atau kiamat kecil ini perlu untuk kita waspadai karena bisa datang kapan saja, di mana saja, bahkan di dekat atau di sekitar kita.
Al-Wabil mengemukakan “bahwa yang termasuk dalam kitab kecil dan kematian.” Sebenarnya kematian tidaklah hanya dipahami dengan hilangnya roh manusia dari jasadnya, melainkan juga mencakup roh-roh kehidupan lainnya. Termasuk juga di dalamnya “roh kehidupan sosial”, “roh budaya”, “roh politik”, “roh ekonomi”, dan roh-roh lainnya yang menjadi bagian aspek penunjang kehidupan manusia.
Silogisme dari apa yang disebutkan, adalah bahwa kematian-kematian tersebut merupakan Kiamat Sughra (kecil) yang telah ditetapkan dan ditakdirkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Tidak seorang pun yang dapat memprediksikan akan datangnya ketetapan dan takdir tersebut.
Kapan manusia akan meninggal? Akankah sesuatu itu akan berlanjut atau terhenti? Hanya Dialah yang dapat mengetahuinya. Semua yang berjalan dan bergerak di muka bumi ini berada di bawah pengawasan Allah SWT. Berjalan dan berhentinya, serta hidup dan matinya jiwa, semuanya Allah jadikan di balik itu semua penuh dengan berbagai hikmah.
Kiamat-kiamat kecil yang terjadi sepanjang perjalanan kehidupan manusia itu semuanya sebagian ujian dan cobaan. Sebagaimana firman-Nya:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiyaa: 35).
Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa prospek kehidupan seseorang di alam baru (kubur/akhirat) sangat bergantung pada perbuatannya di dunia. Jika baik, maka akan baik pula balasannya, begitulah sebaliknya. Untuk lebih dapat memahami permasalahan pokok tersebut, maka berikut ini akan dipaparkan dalil-dalil naqli (Al-Qur’an dan Sunah) dan aqli.

Pengertian kiamat kubra (kiamat besar)

Setelah mengetahui kiamat kubra, maka selanjutnya adalah kimat kubra. Kiamat kubra ini dapat disebut dengan kiamat besar. Definisinya adalah peristiwa hancurnya alam semesta dengan semua isinya termasuk bumi, matahari, dan planet-planet lainnya. Ada banyak sekali dalil tentang kiamat kubra ini, diantaranya adalah pada Q.S. Al - Qori'ah ayat 4 dan 5 yang artinya :
Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebangan. (Ayat 4)
Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (Ayat 5)
Kiamat kubra ini ditandari dengan ditiupnya terompet sangkakala oleh Malaikan Israfil. Tidak ada yang tahu kapan terjadi kiamat besar ini, kecuali Allah swt. Bahkan Nabi Muhammad saw pun tidak tahu, tetapi Rasulullah saw telah memberikan tanda-tandanya sebelum datangnya hari kiamat. Tanda-tanda kecil kiamat kubra ini adalah diutusnya Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir, merajalela minuman keras (khamr) dan praktek perzinaan yang dilakukan secara terang-terangan dan lain sebagainya. Sementara itu tanda-tanda besar datangnya kiamat kubra adalah terbitnya matahari dari arah barat, lenyapnya Al Qur'an, Munculnya Ya'juj dan Ma'juj, munculnya dajjal, rusaknya Ka'bah, dan keluanya binatang ajaib yang bisa berbicara dan lain sebagainya.


 Dalil Naqli dan Aqli
  1. Dalil Al-Qur’an
            Dalam Al-Qur’an banyak sekali terdapat ayat-ayat yang berhubungan dengan fenomena kiamat kecil di antaranya adalah:
“Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: ‘Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang direzekikan Allah kepadamu’. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir. (Yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan sebagaimana mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A’raaf: 50-51).
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: ‘Telah diwahyukan kepada saya’, padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’aam: 93).
“Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara pendudukan Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa kepada azab yang besar.” (QS. At-Taubah: 101).
“Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya dan kamu tinggalkan di belakangmu (dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu anggap (sebagai sekutu Allah).” (QS. Al-An’aam: 94).
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27).
  1. Dalil Hadist
            “Jika seseorang hamba telah diletakkan di dalam kuburnya dan para sahabatnya telah meninggalkanya, serta ia mendengar suara pijakan sandal mereka. Kedua malaikat tersebut berkata. “Bagaimanakah pendapatmu mengenai Muhammad (Rasulullah SAW)?” Adapun orang mukmin, ia akan menjawab: “Aku bersaksi bahwa dia hamba Allah, dan Rasul-Nya”, kemudian dikatakan padanya: “Lihatlah kursimu di neraka, Allah telah menggantinya untukmu dengan kursi dari surga.” Orang mukmin bisa melihat kedua kursi tersebut, sedangkan kepada orang munafik atau kafir, malaikat bertanya pada keduanya, “Bagaimanakah pendapatmu mengenai Muhammad?” Orang kafir tersebut menjawab (dengan penuh rasa bingung), “Aku tidak tahu karena aku tidak mengikutinya.” Kemudian ia dipukul dengan sebilah martil dengan pukulan yang membuatnya berteriak histeris, sehingga sampai didengar oleh makhluk-makhluk lain yang berdekatan dengannya (selain manusia dan jin).” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, An-Nasai, Abu Daud dan Ahmad).
“Jika salah seorang dari kalian meninggal dunia, maka kursinya diperlihatkan kepadanya pada saat pagi-sore hari. Jika ia termasuk ahli surga, maka ia akan melihat jelas gambaran dirinya sebagai ahli neraka. Dikatakan kepadanya, “Ini kursimu hingga Allah membangkitkanmu pada hari Kiamat.” (Al-Bukhari).
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dari siksa neraka, dari fitnah kehidupan, dari fitnah kematian, dan fitnah Al-Masih Dajjal.” (HR. Bukhari).
“Sesungguhnya kedua orang yang berada di dalam kuburan tersebut sedang disiksa. Hal tersebut bukanlah karena disebabkan dosa besar, melainkan salah satu dari keduanya telah melakukan perbuatan provokator. Sedangkan yang lainnya tidak mengenakan tutup ketika melakukan buang air kecil.” (HR. Bukhari).
  1. DALIL AKAL
Keimanan seorang hamba kepada Allah SWT, malaikat-malaikat –Nya, dan akhir mengharuskannya pula beriman kepada siksa alam kubur, kenikmatannya, dan apa saja yang terjadi di dalamnya. Sebab, itu semua termasuk bagian dari perkara-perkara gaib. Jika seseorang memercayai sebagian sesuatu, maka menurut akal ia harus mengimani sebagian lainnya.
Alam kubur, kenikmatannya dan pertanyaan dua malaikat Munkar-Nakir, bukanlah merupakan sesuatu yang mustahil menurut akal. Bahkan akal yang sehat mengakuinya dan memberi kesaksian terhadapnya.
Orang yang tidur terkadang bermimpi melihat sesuatu yang menyenangkan dan terkadang ia bermimpi melihat sesuatu yang dibencinya, kemudian ia murung karenanya. Dan ia senang sekali kalau ada orang yang membangunkannya. Kenikmatannya dan siksa di alam mimpi tersebut betul-betul terjadi pada rohani, dan rohani tersebut terpengaruh dengannya tanpa ia rasakan dan bisa dilihat oleh kita serta tidak ada seorang pun yang memungkirinya. Bagaimana terhadap siksa alam kubur, dan kenikmatannya yang pada dasarnya sama persisnya dengan mimpi tersebut?





Tanda-tanda hari akhir
Tanda-tanda hari kiamat diterangkan oleh Rasulullah saw dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syibah, Muslim dan Turmudzi. Tanda-tanda hari kiamat adalah sebagai berikut :

1.    Tanda-tanda kiamat kecil, antara lain :
a.    Hamba sahaya perempuan melahirkan Tuannya
b.    Ilmu agama dianggap tidak penting
c.    Perzinaan, Minuman keras, Fitnah, Pembuhan meraja rela dimana mana.
d.    Jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki dengan perbandingan 50:1
e.    Banyak terjadi gempa bumi / Musibah / Bencana Alam
f.     Lahirnya Dajjal (tukang dusta) yang mengaku dirinya utusan Allah swt

2.    Tanda-tanda kiamat besar , anatara lain :
a.    Matahari terbit dari barat
b.    Munculnya binatang ajaib yang dapat berbicara
c.    Rusaknya Ka’bah dengan sendirinya
d.    Seluruh manusia menjadi kafir dan lenyapnya Al- Qur’an
e.    Berkuasanya Bangsa Ya’juj dan Ma’juj di muka bumi.


Dalil-dalil tentang Hari Kiamat
1. Firman Allah SWT. dalam QS. al-Hijr [15]: 92-93
    فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (٩٢)عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٩٣)
                   Artinya: “Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang
                                   telah mereka kerjakan dahulu”. (QS. al-Hijr [15]: 92-93)
2. Firman Allah SWT. dalam QS. al-Anbiya' [21]: 47

     وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ
               Artinya: “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka Tiadalah             dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan”. (QS. al-Anbiya' [21]: 47)

3.  Firman Allah SWT. dalam QS. al-Insan [76]: 20
    وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا
Artinya: “Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai                   macam  kenikmatan   dan kerajaan yang besar”.    (QS. al-Insan [76]: 20)
4.  Firman Allah SWT dalam QS Al-Waqi’ah [56]: 56
هَذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ*
Artinya : Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan".

 5. Firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah [2]:8
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ
Artinya : Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian",padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (Q.S. al Baqarah ayat 8)
6. Firman Allah SWT Al-Quran surat al-Taubah (9) ayat 8 :
 كَيْفَ وَإِن يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ لاَ يَرْقُبُواْ فِيكُمْ إِلاًّ وَلاَ ذِمَّةً يُرْضُونَكُم بِأَفْوَاهِهِمْ وَتَأْبَى قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فَاسِقُونَ
Artinya :
Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. al Taubah ayat 8)
 7.  Al-Quran surat al-Maidah (5) ayat 69
: إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالصَّابِؤُونَ وَالنَّصَارَى مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وعَمِلَ صَالِحًا فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Artinya
:  Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Q.S. al Maidah ayat 69)
8. Al-Quran surat al-Baqarah (2) ayat 177 :

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّآئِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُواْ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاء والضَّرَّاء وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Artinya :
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S. al Baqarah ayat 177)
9. Firman Allah SWT dalam QS. Az-zumar [39]: 68

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاء اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُم قِيَامٌ يَنظُرُونَ
Artinya : dan sangkakalapun ditiup maka matilah semua (makhluk) yang dilangit dan Dibumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali Lagi(sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun(dari kuburnya) Menunggu (keputusan Allah.
10.   Firman Allah SWT dalam QS Taha[20]: 124
:وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
Artinya : dan barang siapa berpaling dari peringatanku maka sungguh, dia akan nMenjalani kehidupan yang sempit, dan kami akan mengumpulkannya nPada hari kiamat pada keadaan buta.
B.   Gambaran hari kiamat menurut Al- Qur’an
1.    Datangnya hari kiamat ditandai dengan tiupan sang sakala. ( Q.S.An- Naml : 87
2.    Bumi digoncangkan sekuat kuatnya hingga mengeluar kan isi yang dikandungnya  (QS. Al- Zalzalah : 1 – 5)
3.    Gunung-gunung kemudian pecah berterbangan menjadi pasir  (QS. Al-  Haqqah : 14)
4.    Matahari di gulung, bintang-bintang berjatuhan dan laut meluap. (QS. Al- Infithor : 1 – 3)
5.    Manusia tidak dapat menolong manusia lainnya, bahkan seorang ayah terhadap anaknya sendiri. (QS. Lukman : 33)


C.   Peristiwa yang berhubungan dengan Hari Akhir
1.    Yaumul Barzah (Alam Kubur), Masa atau waktu antara sesudah meninggal nya seseorang sampai menunggu datangnya hari kiamat. (Q.S.Al Khafi ayat 99 )
2.    Yaumul Baats, Masa dibangkitkannya manusia dari alam kubur mulai dari manusia pertama sampai manusia terakhir ( Q.S. Al Zalazalah ayat 6 )
3.    Yaumul Mahsyar : Masa dikumpulkannya manusia dipadang mahsyar untuk dihisab / diperhitungkan amal kebaikan dan keburukanya. (Q.S. Ibrahim : 48)
4.    Yaumul Hisab/ Mizan : Masa diperhitungkan / ditimbang amal kebaikan dan keburukan manusia“ ( Q.S. Yasin : 65 )
5.    Syirot : Jembatan / jalan yang menghubungkan / mengantarkan manusia kesurga atau neraka.
6.    Surga : Tempat balasan bagi orang yang beriman kepada Allah SWT..(Q.S. Al Hajj : 23 )
7.    Neraka : Tempat balasan bagi orang yang ingkar kepada Allah SWT.“  (Q.S. Az Zumar : 32 )

D.   Hikmah Iman Kepada Hari Kiamat
1.    Menjadikan manusia bersikap hati-hati dalam hidup di dunia sehingga akan selalu taat kepada petunjuk-petunjuk agam dan membatasi diri terhadap kesenangan hidup di dunia.
2.    Berusaha menjadi manusia yang baik selama hidup di dunia, yakni berbakti kepada Allah swt, orang tua, dan berbuat baik terhadap sesama manusia.
3.    Menyadarkan manusia akan adanya hari akhir sebagai kehidupan yang hakiki bagi manusia.
4.    Menyadarkan manusia bahwa kehidupan di hari akhir adalah tujuan setiap manusia yang hidup di dunia.
5.    Mendorong manusia untuk memperbanyak amal sholeh dan meninggalkan segala larangan-larang-Nya.
F.  Nama Lain Hari Kiamat
1. As-Sa’ah
إِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.” (QS. Ghafir: 59)
2. Yaumul Ba’ats (hari berbangkit)
لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ فَهَذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ
Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit. Maka inilah hari berbangkit itu, tetapi kamu tidak mengetahuinya.” (QS. Ar-Rum: 56).
3. Yaumud Din (hari pembalasan)
مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ
“Yang menguasai di Hari Pembalasan.” (QS. Al-Fatihah: 4).
4. Yaumul Hasrah (hari penyesalan)
وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الأمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ
Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputuskan, sedang mereka dalam keadaan lalai dan tidak beriman.” (QS. Maryam: 39).
5. Ad Darul Akhirah (negeri akhirat)
وَإِنَّ الدَّارَ الآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabut: 64)
6. Yaumut Tanad (hari saling memanggil)
وَيَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ التَّنَادِ
Wahai kaumku, ‘Sesungguhnya aku takut kepada kalian pada hari saling memanggil’”. (QS. Ghafir: 32).
7. Darul Qarar (tempat kembali)
يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ
Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah kesenangan sementara. Dan sesungguhya akhirat itu adalah negeri tempat kembali”. (QS. Ghafir: 39).
8. Yaumul Fashl (hari pemisahan )
هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ
Inilah hari pemisahan yang dahulu kamu dustakan.” (QS. Ash Shaffat: 21)
9. Yaumul Jama’ (hari berkumpul )
وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ
Dan memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul yang tidak ada keraguan padanya.” (QS. Asy-Syura: 7)
10. Yaumul Hisab (hari perhitungan)
هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ
Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari perhitungan.” (QS. Shad: 53)
11. Yaumul Wa’id (hari yang dijanjikan)
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ذَلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ
Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari yang dijanjikan.” (QS. Qaf: 20)
12. Yaumul Khulud (Kekal)
ادْخُلُوهَا بِسَلامٍ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ
Masukilah ke (dalam surga) dengan keselamatan. Itulah hari yang kekal.” (QS. Qaf: 34)
13. Yaumul Khuruj (hari dikeluarkan dari kubur)
يَوْمَ يَسْمَعُونَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُرُوجِ
Pada hari ketika mereka mendengar suara dahsyat dengan sebenarnya. Itulah hari keluar (dari kubur).” (QS. Qaf: 42)
14. Al-Waqi’ah
إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ
Apabila terjadi hari Kiamat.” (QS. Al-Waqi’ah: 1)
15. Al Haqqah (yang pasti)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ
Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?” (QS. Al-Haqqah: 3)
16. Ath Thammatul Kubra (bencana besar)
فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى
Maka apabila bencana yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.” (QS. An-Nazi’at: 34)
17. Ash-Shakhkhah (teriakan)
فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ
Maka apabila datang suara yang memekakkan (telinga).” (QS. Abasa: 33)
18. Al-Azifah (suatu yang dekat)
أَزِفَتِ الآزِفَةُ
“Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat.” (QS. AN-Najm: 57)
19. Al-Qari’ah (ketukan keras)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ
Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?” (QS. Al-Qari’ah: 3)
Demikianlah nama lain dari hari kiamat, sebagai tambahan ilmu pengetahuan kita tentang adanya hari berbangkit. Setiap arti dari hari kiamat memiliki makna khusus yang semoga di lain waktu dapat dibahas kembali.
G. Perjalanan Manusia Setelah Terjadi Hari Akhir

Fase Perjalanan Manusia Setelah Hari Kiamat 
Perjalanan manusia setelah mati tidaklah singkat. Manusia akan melalui beberapa fase untuk menuju akhirat. Berikut tahapannya:
1. Alam Barzakh
Alam Barzakh merupakan alam kubur dan biasanya alam ini disebut juga sebagai alam penantian karena dalam fase ini manusia menantikan datangnya hari kebangkitan mereka. Di alam ini manusia akan menerima semua ganjaran atas perbuatan mereka selama di dunia. Ada beberapa golongan orang yang akan menerima siksa kubur, diantaranya adalah:

- Orang yang melakukan zina
- Suka mengadu domba sesamanya
- Suka melakukan kebohongan kepada orang lain
- Memakan uang riba
- Orang yang masih mempunyai hutang sebelum meninggal
- Membaca Al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya
- Tidak membersihkan diri setelah buang air sehingga masih najis

Perbuatan yang dapat menolong kita dari siksa kubur adalah sholat, zakat, puasa, perbuatan yang baik, menyambung tali silaturrahmi, berbuat baik kepada orang lain.
2. Ditiupnya sangkakala
Ketika sangkakala ditiup, maka pada hari itu adalah terjadinya hari kiamat. Sangkakala adalah terompet yang ditiup oleh malaikat Israfil sebagai tanda kiamat telah datang. Tiupan pertama akan memusnahkan seluruh manusia dan alam seisinya, sedangkan tiupan kedua adalah tiupan untuk membangkitkan seluruh manusia dari alam Barzakh.
3. Hari kebangkitan seluruh manusia
Peristiwa setelah hari kiamat adalah kebangkitan seluruh manusia dari kubur. Dalam kebangkitannya diberitakan tentang seluruh amal perbuatannya ketika di dunia.
4. Padang Mahsyar 
Fase selanjutnya adalah dikumpulkannya seluruh manusia di padang Mahsyar untuk dihisab atau dihitung semua amal perbuatan yang telah dilakukannya. Sehari di tempat ini sama dengan 5.000 tahun lamanya di dunia.
5. Syafa’at dari Rosulullah
Syafa’at hanya di berikan kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan tidak pernah melakukan perbuatan syirik atau menyekutukan Allah dengan lainnya.

6. Hisab
Hisab adalah proses penghitungan semua amal perbuatan manusia dan seluruh anggota badan akan menjadi saksinya.
7. Mizan
Setelah semua amal perbuatan manusia di hitung maka selanjutnya adalah proses penimbangan. Sehingga akan terlihat lebih banyak manakah perbuatan baik atau perbuatan buruk yang telah dilakukan manusia. Orang kafir dan orang syirik otomatis akan masuk neraka.
8. Telaga
Kehidupan setelah hari kiamat selanjutnya adalah meminum air dari telaga. Barang siapa yang minum maka tidak akan haus selamanya.
9. Shirat
Shirat merupakan jembatan yang harus dilewati oleh manusia untuk menuju surga. Jembatan ini di bentangkan di atas neraka jahannam. Bagi orang mukmin yang mampu melewati jembatan ini maka mereka akan masuk surge.



















BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Beriman kepada hari kiamat atau hari akhir merupakan rukun iman yang kelima, tidak ada yang tahu kapan hari kiamat itu akan datang, tetapi kita sebagai muslim sudah seharusnya untuk mengimani dan mempercayainya.
Tanda-tanda kiamat atau hari akhir sudah dekat terbitnya matahari dari arah barat dan terbenam dari arah timur, keluarnya suatu binatang yang sangat aneh, datangnya Al-Mahdi. Beliau termasuk keturunan dari Rasulullah SAW. Oleh karena itu, beliau serupa benar akhlak dan budi pekertinya dengan Rasulullah SAW, munculnya Dajal, hilang dan lenyapnya Al-Qur’an dan mushaf, hafalan dalam hati. Bahkan lenyap pulalah yang ada di dalam hati seseorang, berkumpulnya manusia, seperti selamatan kelahiran, khitanan, perkawinan, ulang tahun, dll. Akan tetapi tidak pernah sedikit pun dijalankan perintah-perintah-Nya serta dijauhi larangan-Nya, turunnya Nabi Isa as. Beliau akan turun ke bumi ini di tengah-tengah merajalela pengaruh Dajal.

B.   Saran
Kita harus selalu ingat (beriman) kepada Allah karena kita tidak akan tahu kapan akan terjadi kiamat, entah itu kiamat sugrha (kematian) ataupun kiamat kubro (kiamat).






DAFTAR PUSTAKA

Ilyas, Yunahar. 1992. Kuliah Aqidah Islam. Yogyakarta : Lembaga Pengkajian dan Pengalaman Islam.

Qardhawi, Yusuf. Tauhid dan Fenomena Kemusyrikan, terj. Ha. Abd Rahim Harits, Pustaka Darul Hikmah Bima, cet.1.th.1987.

http://aditiyacpkingdom.blogspot.com/2013/01/makalah-aqidah-semester-1-iman-kepada.html

http://ukhuwahislah.blogspot.com/2013/06/makalah-iman-kepada-hari-akhir_8.html

http://rizaljenius.wordpress.com/2009/11/07/makalah-iman-kepada-hari-kiamat/
Back To Top